Kurangi Risiko Gagal KB, Ini Alat Kontrasepsi yang Disarankan

Reporter: Ardilan / Editor: La Ode Adnan Irham

BAUBAU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyarankan peserta program KB menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Agar meminimalisir resiko gagal KB,” kata Kepala DP2KB Baubau, Suarmawati, Rabu 26 Februari 2020.

MKJP itu diantaranya IUD, SPIRAL dan MOW. Penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD atau Implan bisa bertahan sampai enam tahun. Sementara yang berupa pil harus setiap hari.

Suarmawati menyebut, alat kontrasepsi berupa suntik dan pil masih sering dipakai peserta KB, sehingga resiko gagal masih sering terjadi. Salah satu kendala, pil terkadang lupa diminum.

Efeknya lain dari pil dapat membuat gemuk dan memunculkan jerawat pada wajah. Sedangkan alat suntik, efeknya tak jauh berbeda dengan pil.

Saat ini pasangan usia subur di Baubau yang mengikuti program KB mencapai 70 persen. Pihaknya tak sekedar mendorong pasangan subur mengikuti program KB, namun juga program MKJP tersebut.

Menurutnya, manfaat mengikuti program KB salah satunya dapat mengatur jarak kelahiran anak. Karena idealnya seorang ibu untuk hamil minimal terpaut waktu 3,5 tahun antara kehamilan pertama dan kedua.

DP2KB terus memberikan pelayanan KB gratis melalui Tim KB Keliling (TKBK). Pelayanan dilakukan tidak tiap bulan, namun pertriwulan. Hingga Februari tahun ini sudah melaksanakan layanan KB di lima Kecamatan dari delapan yang ada.

Ia menambahkan, manfaat lainnya yang diperoleh peserta KB yakni kesehatan ibu akan bagus karena tidak melahirkan dalam rentan waktu pendek. Kemudian orang tua juga akan bagus mendidik anaknya secara jasmani dan rohani.

“Bila manfaat dari program KB tersebut terkolaborasi dengan baik, maka pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga akan tercapai,” tutupnya.

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total