oleh

Terapkan 3M, Lippo Plaza Buton Diizinkan Gelar Acara Keramaian

-BAUBAU-353 dibaca

Penulis : Ardilan

BAUBAU – Hampir segala sendi aktifitas kehidupan disetiap daerah di Indonesia terus mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan, salah satunya juga di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, Lippo Plaza Buton diizinkan oleh satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Baubau menggelar acara keramaian.

“Kegiatan berlangsung 14 hari, pembukaan dimulai dengan acara lomba lagu daerah wolio (Malam ini) kemudian kegiatan selanjutnya aneka produk kuliner, ruang diskusi dan juga acara games,” kata Manager operasional Lippo Plaza Buton, La Ntoghe dikonfirmasi disela-sela acara di Lippo Plaza Buton, Sabtu malam 12 Desember 2020.

Menggandeng stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Sp Baubau sebagai panitia kegiatan lomba lagu daerah, La Ntoghe mengaku pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kegiatan tersebut. “Baik panitia, peserta maupun pengunjung yang hadir menonton kami imbau terapkan 3M,” ujarnya.

Ditempat sama, Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan dirinya mengapresiasi Lippo Plaza Buton dan Sp RRI Baubau yang sudah bekerja sama menggelar lomba lagu tradisional Buton.

Menurutnya, lomba itu bukan saja menjaga kebudayaan Buton tetapi juga mengapresiasi seniman dan budayawan yang tetap eksis di daerah eks pusat Kesultanan Buton itu.

“Saya yakin kalau kita menghargai pendahulu kita maka daerah ini akan amat berkah,” tegas orang nomor dua di Kota Baubau itu.

Politisi PDIP ini menilai, lomba lagu daerah menjadi terobosan yang baik setelah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 sempat menghantam berbagai sektor yang meruntuhkan semangat.

“Namun tetap menjaga jarak karena di dalam protokol kesehatan itu ada sanksi pidananya itu kalau sampai kita tidak patuh. Tidak banyak bapak ibu cukup dengan dengan 3M, itu pesan ibu buat kita semua. Antusias kita semua dalam menyelenggarakan kegiatan ini jangan sampai mencederai protokol kesehatan. Kita tidak ingin ini jadi cluster baru,” pungkas mantan anggota DPRD Kota Baubau itu.

Terkini